Wednesday, 28 May 2014

Seperti seharusnya.

                                            

Ada suatu perkara yang tidak akan pernah aku ungkapkan. Biar hanyut dan dilupakan seperti daun yang gugur dari pohon dan jatuh di permukaan sungai lalu dipujuk arus yang membawanya pergi. Biar terabai dan tidak jelas seperti dua orang yang cuba saling berbicara di bawah atap zink yang bingit di hentam titisan hujan lebat. Akan aku pulaukan sarat rasa perih itu selamanya di dasar hati yang paling dalam tiada hidupan dan gelap tanpa sebarang cahaya. Kerana kesabaranku tinggi menggunung tak terhakis oleh deras badai lautan amarahku, kerana kuatnya perasaan sayangku dan kecintaanku yang tidak berbentuk seperti roh yang keluar dari jasad, seperti angin yang dapat di rasa kehadirannya tapi tak pernah terlihat dengan mata kasar, jauh mengatasi dan menutupi busuknya nafas kebencianku dan kekecewaanku.

Biar aku dan tuhanku saja yang tahu apa yang tersirat. Kerana aku sedar tiada jirim yang akan ikhlas mencerna laraku melainkan ia pulang bergema dalam kekosongan ruang hati, pulang menyapa telingaku sendiri lantas menjemput kehampaan. Kerana aku sedar hati ini yang fakir miskin, yang lusuh dan berbau tidak enak pakaiannya, hina dan papa, yang kelaparan dan dahaga yang cuba menadah tangan-tangan kotornya mengharapkan secebis rasa dari sebuah kebijaksanaan lalu kebijaksanaan itu mengusir ia dengan penuh kelembutan tapi cukup menghinakan. Kebijaksanaan yang sudah banyak merantau diluar sana dan merasakan ia sudah mengenal dunia dan sudah arif mengenal hati-hati yang lainnya lalu ia menghalau tanpa mahu memandangpun mata, tidak mahu mendengarpun suara si hati yang fakir dengan kata-kata yang cukup "indah" untuk dicerna ; wahai hati, kau sama sahaja dengan mereka yang pernah ku kenal diluar sana. Kerana kepalsuan dan hati yang buta, biarkan tongkat kepalsuan yang mahal itu berjalan terus tanpa perlu meraba-raba mencari kehampaan yang tercicir. Seandainya ia celik belaka dan walhal ia tahu tapi seakan-akan tidak tahu, biarkan kepalsuan itu melangkah pergi tanpa perlu untuk mempertanyakan apa-apa. Kerana tidak ada apa-apa untuk dipertanyakan. Tidak ada kebenaran yang perlu ditegakkan, tidak ada kesalahan untuk diadili dan dijatuhkan hukuman laksana mahu membalas bunuh si gila yang membunuh. 

Sekiranya ditanya tentang sombong dan angkuh, aku masih yakin akan sentiasa ada jalan untuk melembutkannya. Kerana kesombongan dan keangkuhan adalah seperti besi, segah manapun ia laksana armada perang dilautan ia tetap dapat dirapuhkan dan dipatahkan malah diremukkan. Siapa sangka air yang penuh kelembutan punya kekuatan seperti itu? Tapi aku tidak punya jawapan untuk sebuah kepalsuan dan ketidakjujuran. Yang terbaik bagiku ialah diam, diam dan diam. Kata-kata sang pujangga, pengalaman adalah guru yang terbaik, benar dan bagiku ibuku juga adalah guruku yang terbaik, ibu tidak pernah mengajar untuk membenci, kerana kebencian adalah satu perkara yang sia-sia. Di dalam agama juga ada memberi ruang untuk mereka yang melakukan kesalahan lantas mereka meminta maaf tapi tidak dimaafkan. Dan dipenghujung hari tetaplah aku berdiri disini sebagai seorang hamba, manusia kerdil yang sudah pastinya tidak akan pernah sempurna. Manusia yang tidak ada jawapan untuk banyak perkara. Sememangnya aku seorang manusia yang mudah memberi kemaafan kerana aku juga berharap tuhan mengampunkan aku yang banyak berbuat dosa. 

Padahal ini bukanlah tentang kemaafan. Ini adalah tentang ; jika seribu maaf yang diucapkan, seribu kemaafan jugalah yang akan ia perolehi seperti yang diharapkan, tidak akan kurang malah mungkin lebih. Sampai akhir nafas pun akan sentiasa ada kemaafan. 

Berbicara tentang 'harap', bagiku kepalsuan tidak pernah berharap, kata harap itu hanyalah sekadar dibibir, tidak dihati. Ini adalah tentang seribu benang kemaafan yang tetap tidak akan dapat menjahit luka kehampaan yang terhiris dari sebuah kepalsuan. Sebuah kepalsuan yang ditenun dengan benang yang disalut serbuk kaca halus. Ini adalah tentang setiap nafas yang terhembus, setiap langkah yang dibawa walau kemanapun kepalsuan ini pergi, berapa ramai pun orang yang ditemui sepanjang perjalanan kepalsuan ini, ingatlah dan jangan sesekali lupa wajah seorang makhluk bernyawa yang serba kekurangan dan penuh kecacatan namun punya hati dan perasaan, yang telah dihancurkan oleh sebuah kepalsuan. Sebesar mana kesan kehancuran yang diakibatkan? Aku fikir ianya boleh dipersoalkan malah diperlekehkan, mudah saja dan tidaklah penting bagi sebuah kepalsuan.





                                   


Tuesday, 27 May 2014

KATA-KATA KHALIL GIBRAN.



CINTA YANG AGUNG.

"Adalah ketika kamu menitiskan air mata dan masih peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia..

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum berkata

‘Aku turut berbahagia untukmu’

Bebaskan dirimu.. Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi. Ingatlah.. bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya.. Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Jangan menangis kekasihku.. Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan"

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.. Pabila cinta memanggilmu, ikutilah dia walau jalannya berliku-liku. Dan, pabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu"

"Mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti, mungkin aku tak sengaja juga menyakiti, andai aku tau isi hatimu, andai kesempatan itu datang lagi padaku, sekarang mustahil bagiku. Bahkan menyentuh bayangmu aku tak mampu. Sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku dan cinta ini jadi sesak dalam dadaku, aku tahu cinta ini sudah tak laku tapi biarkan cinta ini aku miliki, biarkan cinta ini menjadi bebanku aku tak peduli, meski menghambat jalanku, aku tahu mencintaimu adalah tak pasti"

"Sepenggal catatan dalam ingatan sorot itu meredup, ada kristal terpiaskan tertunduk, dukanya tak terukur, memahami sedih di hatinya namun yang ada hanya rindu. Aku merindukanmu ketika aku tahu kau telah jauh berlalu, aku mencari bayanganmu ketika malam tak lagi menampakkan wajahmu, aku memanggil namamu diantara gelapnya hutan"

"Cinta adalah seekor burung jelita, yang berharap untuk ditangkap, namun menolak untuk disakiti"

"Cinta tampak sebagai pilar-pilar menara cahaya ketika kegelapan melingkupi segala sesuatu"

"Ketika cinta mulai luntur ia mencari-cari alasan"

"Cinta tidak menyadari kedalamannya sampai saat perpisahan"

"Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT. Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan.. Ada orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan.

Tapi ingatlah…
melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang telah mencoba..

Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka"

"Berpasangan engkau telah diciptakan. Dan selamanya engkau akan berpasangan. Bergandingan tanganlah dikau hingga sayap-sayap panjang nan lebar lebur dalam nyala. Berpasangan engkau dalam mengurai kebersamaan, kerana tidak ada yang benar-benar mampu hidup bersendirian. Bahkan keindahan syurga tak mampu menghapus kesepian Adam. Berpasangan engkau dalam menghimpun rahmat tuhan, bahkan bersama pula dalam menikmatinya. Kerana alam dan kurniaan tuhan terlampau luas untuk dinikmati sendirian. Bersamalah engkau dalam setiap keadaan, kerana kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, bagi mereka yang disakiti hatinya, bagi mereka yang mencari, bagi mereka yang mencoba. Dan bagi mereka yang mampu memahami arti hidup bersama. Kerana mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan mereka. Bersamalah dikau sampai sayap-sayap sang maut meliputimu. Ya, bahkan bersama pula kalian dalam musim sunyi. Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu. Tempat angin syurga menari-nari diantara bahtera sakinahmu. Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta. Menyanyilah dan menarilah bersama dalam suka dan duka. Hanya biarkan masing-masing menghayati waktu sendirinya. Kerana dawai-dawai biola, masing-masing punya kehidupan sendiri. Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya, sebab itulah simfoni kehidupan"

"Apabila kamu melihat seorang laki-laki mabuk katakanlah dalam hatimu, “Barangkali dia mencoba lari dari sesuatu yang lebih buruk lagi.”

"Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita cuba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu"

"Pandangan pertama.. 

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesadarannya. Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa. Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia. Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir. Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi. Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan. Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan air mengalir menuju syurga dan bumi. Pandangan pertama dari sahabat kehidupan menggambarkan kata-kata Tuhan, "Jadilah, maka terjadilah ia"

GORESAN TAK BERTEMA.

Mencoba menuangkan hati
Pada goresan hitam diatas putih
Walau ku hanya seorang anak manusia
Yang tak mengerti apa itu arti cinta?
Alunan waktu yang menyertaiku
Tlah menghadirkan cinta dalam hidupku
Satu demi satu rasa itu merengkuh relung jiwa
Dan merampas smua bagian
Saat kau datang dalam tiap mimpiku
Andai ku mampu
Ingin ku menantang dunia yang selalu menjeratku
dengan setia angin cinta yang begitu membebaniku
Engkau yang ku sayang
Kini ku mengerti
bahwa ku berada pada sisi yang salah
yang teramat sempurna untuk ku raih
Semua satu bagian dalam diriku
berkata
Aku hanyalah sesuatu yang tak berarti dalam harimu atau bahkan 
Hanya seperti batu yang tak berguna
Hingga dengan mudah kau hempaskan
Mungkin kau tak mempercayai apa itu cinta sejati
Hingga kau hanya memandangnya sebelah mata
Cintaku yang terasa hampa tanpa hadirmu
Mungkin bila masih di beri kesempatan
Hanya satu kali seumur hidup untuk berkata jujur
Saat inilah akan ku ungkapkan
Bahwa aku menyayangimu
Mencintaimu melebihi diriku "

"Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap di hati sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata 'aku lupa'
menunggu selamanya ketika kamu berkata 'tunggu sebentar'
tetap tinggal ketika kamu berkata 'tinggalkan aku sendiri'
membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata 'bolehkah saya masuk?'

mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan. B
ukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang, karena orang itu berhenti mencintai kita, karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari"

Sunday, 25 May 2014

Marah Cetuskan Konflik dan Peperangan.

Oleh Zulina Hassan.

Dunia hari ini diwarnai dengan pergaduhan dan peperangan. Sama ada peperangan antara bangsa, negara, agama, etnik, suku kaum, bahkan berlaku juga peperangan antara anak-beranak dan kaum keluarga.

Kenapa semua ini berlaku? 

Jawapannya tidak lain, kerana manusia hari ini terlalu mengikut perasaan marah yang bermaharajalela dalam diri mereka. Perasaan marah yang sememangnya dibekalkan oleh Allah dalam diri setiap manusia, sekiranya tidak dikawal bahkan dibiarkan menguasai diri, akan membawa kepada kebinasaan sama ada kepada individu yang sedang marah itu, atau kepada orang lain atau benda-benda lain yang ada di sekelilingnya.

Dari perspektif Islam, kita harus menerima bahawa marah adalah sifat semula jadi atau fitrah setiap manusia. Sewaktu Allah mencipta Nabi Adam a.s, para malaikat mengetahui bahawa dengan sifat marah yang dibekalkan itu, manusia akan berbuat kerosakan di muka bumi. Perkara ini termaktub di dalam al-Quran, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.

Sudah pastilah setiap kejadian Allah itu mempunyai hikmah di sebaliknya. Disamping membekalkan sifat marah, Allah turut membekalkan beberapa mekanisme perlindungan supaya manusia dapat menahan diri atau melindungi diri daripada sifat marah yang membawa kepada kebinasaan.

Sifat marah membezakan manusia dengan binatang. Apabila seekor singa atau serigala menjadi marah, ia akan bertindak tanpa berfikir. Sebaliknya, manusia dibekalkan akal fikiran, maka manusia boleh memilih sama ada bertindak menggunakan akal fikiran atau bertindak membuta tuli sama seperti seekor binatang.

Kemarahan yang tidak dikawal, memberi impak yang cukup besar dalam kehidupan harian seseorang itu. Ia memisahkan ibu dan anak, merenggangkan persahabatan, menjauhkan keadilan, membawa kepada kemurungan dan kekecewaan, membawa kepada kegilaan dan akhirnya membawa kepada penyesalan yang tidak terhingga.

Sekiranya kemarahan menguasai kelompok atau jumlah individu yang ramai, maka kemusnahan yang akan terjadi jauh lebih besar skalanya. Ia menyebabkan peperangan sehingga memusnahkan sebuah bandar, bahkan sebuah negara, bangsa dan sebuah tamadun.

Mengekang Kemarahan.

Keinginan semula jadi yang dipenuhi, akan dapat mengelakkan rasa marah. Misalnya keinginan kepada makanan, minuman, tempat tinggal, kasih sayang, seks dan banyak lagi.

Dalam tubuh manusia, terdapat beberapa jenis hormon yang mempengaruhi mood atau
perasaan seseorang itu. Kajian saintifik menunjukkan keadaan hypoglycemia dan hyperthyroidisme boleh membuatkan seseorang itu berasa marah. Bagi mengelakkan keadaan ini, maka seseorang itu hendaklah memastikan kadar hormon di dalam tubuhnya sentiasa seimbang dengan cara menjaga kesihatan tubuh badannya.

Nabi s.a.w. tidak pernah menunjukkan kemarahan baginda terhadap golongan kafir Quraisy yang sentiasa bertindak di luar batasan terhadap kaum Muslimin. Bahkan, baginda sentiasa bercakap dengan lemah lembut dan penuh hikmah. Bagaimanakah cara baginda mengawal kemarahan? Suatu ketika seorang sahabat meminta nasihat daripada baginda, lalu kata Nabi, 

“Janganlah kamu marah.” Sahabat yang lain pula bertanya, “Apakah yang dapat menyelamatkan daku daripada kemurkaan Allah? Maka jawab Nabi: “Jangan tunjukkan kemarahan kamu.” Sahabat lain pula meminta satu amalan kebaikan yang mudah untuk dilakukan, maka kata Nabi, “Janganlah marah.” Suatu ketika, baginda bertanya kepada para sahabat. “Siapakah orang yang paling kuat dikalangan kamu?” Maka para sahabat memberi berbagai-bagai jawapan. Rasulullah s.a.w. lalu berkata, “Bukanlah orang yang kuat itu dengan banyaknya berperang, yang kuat itu orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah.” Sebagai manusia biasa, Nabi juga berasa marah. Namun baginda tidak pernah menunjukkan
kemarahan itu dengan lidah atau perbuatannya. Apabila baginda marah, para sahabat mengetahuinya dengan melihat wajah baginda berubah menjadi merah dan peluh menitis di
dahinya. Baginda juga akan senyap untuk beberapa bagi mengawal rasa marahnya.

Kemarahan yang wajar.

Seseorang yang tidak mempunyai rasa marah terhadap penindasan, penderaan, ketidakadilan dan salah laku yang berlaku di hadapannya, hakikatnya adalah seorang yang
tidak memiliki perasaan. Dengan membiarkan perkara-perkara negatif itu berlaku, maka kejahatan akan berleluasa di muka bumi. Sewajarnya, pada ketika inilah seseorang itu patut marah dengan cara menghentikan kejahatan itu dengan kaedah yang telah digariskan oleh Allah dan ditunjukkan oleh Rasul-Nya.

Bersikap tidak endah terhadap kejahatan dan ketidakadilan, samalah hakikatnya seperti menyumbang ke arah itu.

Kesan kepada tubuh.

Secara psikologi, apa yang berlaku kepada diri seseorang itu apabila dia marah? Kadar denyutan jantung dan tekanan darahnya akan meningkat. Ini adalah kesan langsung akibat lebihan hormon adrenalin dalam sistem peredaran darah. Kekuatan fizikal juga akan meningkat manakala kewarasan dan daya berfikir menurun.

Organ-organ badan yang berada dalam kawalan, akan hilang kawalan. Lidah akan mengeluarkan kata-kata yang kesat dan mengguris hati, tangan akan memukul, kaki akan menendang apa saja yang berada di kelilingnya, bahkan dia mungkin akan mencederakan dirinya sendiri.

Apabila rasa marah yang berpanjangan menguasai diri, rasa marah ini perlu diluahkan atau dihilangkan. Sekiranya perasaan ini dipendam, lebihan hormon adrenalin akan menjadi toksin
dalam tubuh dan menjejaskan kesihatan untuk jangka masa panjang. Dia bukan saja akan menjadi seorang yang murung, kecewa, malah fikiran yang bercelaru yang boleh membawa kepada kegilaan. Tekanan darah yang tinggi dan kadar denyutan jantung yang laju akan membawa kepada serangan jantung dan penyakit fizikal yang lain.

Ubat Marah.

Individu yang normal pasti akan mengalami perasaan marah apabila berhadapan dengan situasi yang memungkin perkara itu berlaku, dan kemarahan itu tidak boleh dielakkan. Perkara-perkara yang boleh dilakukan untuk menghilangkan rasa marah adalah seperti berikut:

Sibukkan diri dengan mengingati Allah. Misalnya dengan berzikir dan berselawat. Firman Allah
dalam sebuah hadis qudsi:

 “Wahai anak-anak Adam, apabila kamu marah, ingatlah kepada-Ku.”
Meminta nasihat daripada orang berpengalaman. Suatu kisah yang berlaku pada zaman Nabi, sepasang suami isteri yang sering bergaduh bertemu baginda untuk meminta nasihat. Lalu kata Nabi, “Apabila kamu berasa marah, maka hiruplah air dan biarkan air itu di dalam mulutmu sehingga kemarahanmu reda.” 

Marah itu datangnya dari syaitan. Oleh itu, mintalah perlindungan dari Allah seperti membaca kalimah taawuz.

Jika berasa marah ketika sedang berdiri, maka hendaklah duduk, dan jika sedang duduk, maka hendaklah berbaring. Fikirkan tentang kemurkaan Tuhan dan hukuman dari-Nya. Siapakah yang lebih besar kemarahannya, manusia atau Tuhan. Apa akan berlaku sekiranya Tuhan menunjukkan kemurkaan-Nya?

Maafkan orang yang menyebabkan kemarahan itu. Setiap orang melakukan kesilapan termasuk diri
kita. Jika kita mengharapkan keampunan Tuhan, maka wajarlah kita bersedia untuk memaafkan
orang lain. Sifat saling maaf-memaafkan akan mewujudkan keharmonian dan kesejahteraan dalam masyarakat. Berwuduklah. Sebaik-baiknya lakukan solat sunat.

Ingatlah bahawa kehidupan ini hanya sementara saja. Setiap orang akan mati dan akan diadili di Padang Mahsyar kelak. Oleh yang demikian, perkara terbaik yang wajar dilakukan apabila ada orang yang menyebabkan kemarahan, ialah membalas kemarahan itu dengan kebaikan dan kasih sayang. Apabila perkara ini mampu dilakukan, barulah dunia akan menjadi tempat yang indah untuk didiami, aman dan sentosa.

Tekanan : Lawan atau lari?

Just wanna share a good read - 
Oleh: TAJAIYAH IHSAN


PELBAGAI kejadian dan tragedi yang melibatkan tekanan/stress dan kemurungan teruk sebenarnya boleh dielak dan diatasi, jika orang ramai mengambil berat mengenainya. Malah, ia boleh menjadi penyakit yang serius andai tidak diurus dan dikawal dengan baik. Pakar Psikiatri Kanak-kanak, Remaja dan Dewasa, Pusat Perubatan Universiti Malaya (PPUM), Dr. Subash Kumar berkata, walaupun tekanan dikategorikan penyakit yang serius tetapi sayangnya ia tidak diambil berat. Ini mungkin kerana masyarakat beranggapan bahawa stress hanya memberikan kesan seketika tanpa menyedari bahawa stres juga boleh menjejaskan seluruh badan dan minda. Katanya lagi,‘‘Ia boleh menjejaskan tingkah laku, fikiran, emosi, perhubungan dengan orang lain dan juga di rumah.’’

Beliau memberitahu, wanita mempunyai risiko yang lebih tinggi mengalami stres dan kemurungan berbanding lelaki. Tidak ada sebab tertentu yang mengatakan punca mengapa wanita lebih berisiko tinggi berbanding lelaki. Bagaimanapun, ia mungkin kerana wanita lebih mudah meluahkan perasaan dan dengan cara begini mereka cepat mendapatkan rawatan. Lelaki biasanya tidak mudah meluahkan perasaan dan ini mungkin kerana anak lelaki dididik supaya menjadi ‘lelaki sejati’, iaitu tidak boleh menangis dan sebagainya. Banyak kes yang dirawat di hospital melibatkan pesakit yang tidak membiasakan diri menyelesaikan masalah dari peringkat awal lagi. “Kadang-kadang masalah di tempat kerja juga memberi kesan terhadap institusi kekeluargaan sehingga memporak-perandakan perkahwinan itu sendiri,’’ ujar Dr. Subash lagi. Terdapat satu kes di mana seorang suami yang mengalami masalah di pejabat akhirnya bukan sahaja menjadi mangsa stress dan kemurungan malah turut mengheret seluruh isteri dan anak-anaknya mengalami masalah yang sama. “Dia bernasib baik kerana cepat sedar dan perlu mendapatkan rawatan, begitu juga isteri dan anak-anak,’’ katanya sambil menambah rawatan awal akan membuat mereka boleh menghadapi masalah dan menguruskan stres dengan baik. Beliau menambah, walaupun kesedaran untuk mendapatkan rawatan semakin menggalakkan tetapi beliau percaya masih ada yang malu untuk berjumpa doktor dan menderita dengan stress mahupun kemurungan itu. Bagi penghidap stress, mereka bimbang, masyarakat akan memandang serong terhadap mereka dan tidak mahu dilabel kurang siuman. Ujar beliau, sebab itu masyarakat juga perlu prihatin dan sedar betapa stress dan kemurungan yang tidak dirawat dengan baik boleh memberi kesan kepada individu. Beliau menambah, penyebaran maklumat yang lebih banyak akan membantu mengurangkan kes-kes yang serius seperti ini, apabila mereka yang terbabit mendapatkan rawatan. Penyebaran maklumat secara meluas di media massa mengenai stress, kemurungan dan akibatnya diperlukan bagi mewujudkan kesedaran di kalangan masyarakat. Beliau juga menambah, stress juga mampu menyerang kanak-kanak, apa lagi jika rungutan mereka tidak diambil peduli oleh ibu bapa. Justeru, ibu bapa perlu mengambil berat mengenai rungutan anak-anak jika sering kali dibangkitkan. “Kadang-kadang masalah yang dibangkitkan itu sudah lama dipendam namun ibu bapa tidak mengambil berat kerana tidak peka terhadap rungutan mereka,’’ katanya. Ujarnya, walau sibuk mana sekalipun, ibu bapa juga perlu meneliti jika terdapat perubahan dalam tingkah laku anak-anak. Jelas Dr. Subash, “Ia mungkin merupakan satu amaran awal, kerana ramai kanak-kanak tidak menyuarakan perasaan mereka kepada ibu bapa.’’ 

Menjawab pertanyaan, Dr. Subash menegaskan kemungkinan besar, stress telah meningkat di negara kita berbanding 10 tahun yang lalu. Namun, stress juga boleh diatasi, jika seseorang itu tidak memendamkan masalahnya dan dapat pula meluahkan kepada seseorang. Sekiranya masalah bertambah berat, penghidap stres perlu berjumpa pakar bagi mendapatkan rawatan. Terdapat pelbagai cara untuk mengendalikan stres tetapi apa yang penting adalah kita perlu tahu bahawa respons terhadap sesuatu kejadian atau peristiwa itu berada di bawah kawalan. Katanya, “Kita tidak perlu bertindak secara spontan setelah sesuatu peristiwa berlaku, perlu berfikir sejenak sebelum mengambil sebarang tindakan.’’

Kaedah lain, merancang dan membuat jangkaan untuk masalah pada masa depan dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah yang dihadapi. “Berfikir dengan optimis tentang masa depan dan mencari kekuatan pada diri sendiri,’’ katanya. Selain itu, meditasi atau terapi santai boleh dilakukan di mana seseorang itu mampu menenangkan fikiran dengan memikirkan tentang imej-imej yang menenangkan. Proses ini tidak memakan masa yang lama, sekitar dua hingga lima minit sahaja dan boleh dilakukan di mana-mana. Dr. Subash berkata, terapi ini sangat mudah dan berkesan kerana ketika memikirkan imej tersebut, kita tidak akan memikirkan masalah lain dan apabila berasa aman, bolehlah berfikir dengan tenang dan mencari jalan penyelesaian. Beliau menambah, “Biasanya orang yang berasa sedih, marah, berasa diri tidak berguna atau menjadi beban kepada orang lain, kemungkinan mengalami tekanan yang disebut sebagai kemurungan (depression).’’ 

*Biologi stress

Komponen emosi melibatkan perasaan, seperti sedih, marah, kesal dan perasaan tidak tenteram. Dr. Subash berkata, komponen fizikal melibatkan sistem autonomik badan iaitu sistem simpatetik dan parasimpatetik. Kedua-dua sistem ini mempunyai kesan yang bertentangan. Sistem ini biasa digunakan apabila seseorang itu mengalami kecemasan. Ia biasa disebut respond flight or fight (lawan atau lari). Ia adalah sistem semula jadi tubuh untuk melindungi badan daripada sebarang kecederaan dengan melawan atau melarikan (menjauhkan) diri daripada sesuatu kecemasan. Ujarnya, semasa sistem ini aktif, hormon adrenalin akan dilepaskan dalam sistem pengaliran darah. Jantung akan berdenyut dengan pantas, pengaliran darah akan meningkat, pernafasan akan menjadi pantas dan otot-otot akan menjadi lebih kejang. Sistem parasimpatetik, pula diaktifkan pada waktu kita berasa tenang. Pada masa ia diaktifkan, denyutan-denyutan jantung menjadi perlahan, pengaliran darah dan pernafasan akan menjadi perlahan. Sistem ini digunakan untuk memulih dan menjimatkan tenaga. Lazimnya kedua-dua sistem ini berada dalam keadaan harmoni dalam keseimbangan, namun jika seseorang itu mengalami stress, sistem simpatetik akan menjadi lebih ketara, jika tidak dikawal.

Mengulas lanjut, Dr. Subash juga memberitahu stress boleh diatasi dengan bersenam, menyertai
persatuan dan bercuti. Selain itu dapatkan rawatan kaunseling atau meluahkan masalah pada orang lain bagi kes-kes yang lebih ringan. Nasihat Dr. Subash, agar pesakit yang menghidap stress dan kemurungan ini mendapatkan rawatan di hospital bagi mengenal pasti tahap stress atau kemurungan yang dihidapi.

*Definisi tekanan perasaan

Tekanan perasaan atau stress hanyalah perasaan yang tidak terkawal. Stress – respons badan dan minda seseorang terhadap sebarang peristiwa atau kejadian yang berlaku. Sekiranya respons seseorang adalah negatif terhadap sesuatu kejadian maka dia akan mengalami stress. Persepsi seseorang itu amat penting. Sesuatu yang harus diingat adalah stress itu
hanyalah respons atau tindak balas. Ada orang memberikan respons dengan persepsi negatif. Ada juga yang memberikan respons dengan persepsi positif. Dengan mengaplikasikan formula ini, stress mampu diatasi. Ini kerana, walaupun peristiwa yang berlaku di luar kawalan seseorang, tetapi tetap mampu mengawal respons.

Apakah tanda-tanda amaran tekanan?

Gejala fizikal

* Degupan jantung yang cepat
* Banyak berpeluh
* Terasa loya
* Bernafas kencang
* Cirit-birit dan terasa hendak membuang air kecil
* Selera makan berubah
* Gangguan seksual
* Sakit-sakit badan yang tidak jelas puncanya
* Penyakit lelah, sakit kepala dan timbul ruam kulit.

Gejala mental

* Merasa hilang kawalan atau dihantui peristiwa lalu
* Risau dan bimbang
* Gagal menumpukan perhatian atau membuat keputusan
* Berasa tidak sihat
* Sukar untuk tidur
* Keinginan seks menurun
* Terasa amat letih
* Meminum lebih banyak alkohol dan semakin kuat merokok
* Perubahan perasaan atau fikiran seperti kemurungan, kekecewaan, sikap bermusuhan, rasa tidak berdaya dan gelisah.



Sent from my iPad.

Friday, 23 May 2014

Penghinaan.

   Atas satu urusan, aku ke rumah sebuah keluarga yang boleh dikatakan kuat latar belakang agamanya. Nak kata orang yang berjaya pun boleh juga, rumah boleh tahan besar. Pakcik ni orang yang menjaga solat, isteri dan anak-anak perempuannya juga menutup aurat dengan baik. Bersih je muka dia orang satu keluarga. Aku percaya dia orang ni orang yang baik-baik dari wajah dia orang. Ya la, sesetengah orang nampak macam baik tapi belakang, bapak munafik penipu besar. Sampai la satu masa sorang anak perempuan dia datang ke ruang tamu nak hidang air. Aku pun terpandang la muka anak perempuan dia, lepas anak dia masuk jalan patah balik nak ke dapur pakcik tu cakap kat aku 'baru balik dari Al-Azhar tu, jangan main-main'. Aku blur sekejap tapi tersenyum dan angguk kat pakcik tu. Luaran normal, aku bersembang dengan pakcik tu macam biasa tapi dalam kepala duk ligat berfikir. Aku terpandang anak dia tadi, aku tertenung lama sangat ke? Aku pandang sambil buat muka perogol bersiri ke? Tah la. Pakcik ni lebih dulu makan garam dari aku so dari riak muka mungkin dia boleh baca hati orang. Mungkin dia boleh agak aku ni jenis orang yang macam mana. Fikir-fikir balik, aku memang tertarik sekejap dengan wajah bersih dia tapi tak ada rasa nak mengorat anak dia pun. Cukuplah dengan apa yang aku lalui sebelum ni, aku serik dengan perempuan. Dari awal aku masuk rumah dan tengok perwatakan dia orang satu keluarga pun aku dah rasa malu, rasa berdosa, rasa bodoh, hina, cetek ilmu. Dia orang tak hina aku pun, tak adalah. Serius, dia orang memang orang baik-baik cuma aku je yang tiba-tiba rasa macam tu. Mana taknya, dengan pakai rantai, rambut berkaler, t-shirt hitam Foo Fighters, aku jadi malu-malu alah. Mungkin pakcik ni dapat tangkap moment tertarik yang timbul beberapa saat dari riak wajah aku tadi. Tapi yang aku tertanya-tanya ialah apa motif pakcik ni cakap macam tu? Niat dia nak bergurau ke? Bagi amaran? Perli? Aku memang slow sikit, kalau ada orang yang boleh tolong explain, silakan.. aku terima dengan lapang dada. Aku baru kenal dia tak sampai sebulan, aku tak dapat baca lagi sikap pakcik ni. Yang pastinya aku rasa terhina jugak dengan apa yang dia cakap. Aku tak marah pun, sebab hakikatnya aku sedar aku memang bukan lelaki yang baik dan tak layak pun untuk perempuan baik macam tu. Bukan lepas nampak anak dia aku rasa macam tu, memang dah lama pun aku tak pernah rasa layak. Tak nak bersangka buruk, aku anggap dia cuba bergurau je. Aku pun boleh je terima orang bergurau kasar. Kawan-kawan aku pun bersepah yang bergurau kasar, aku sendiri pun macam tu. Tapi aku tengok orang jugak kalau nak bergurau, sesetengah orang tak boleh terima. Silap hari bulan boleh makan flying kick. Apatah lagi dengan orang yang baru kenal, memang tak la aku nak bergurau. Selalunya aku lebih banyak diam. Tapi bila aku diam orang kata aku lembab pulak, kadang-kadang aku sakit hati jugak, aku cuma nak jaga batas tak nak berlebih-lebih sebab baru kenal tapi lain pulak orang tafsir. Sudahnya sampai sekarang aku tak faham apa maksud pakcik ni. Forget it.

Sunday, 28 July 2013

For the safety of women.

                         


- ini bukan tulisan atau tips dari aku, aku pun dah lupa mana aku dapat benda ni, ternampak kat news feed Facebook kot? So aku copy paste aje dengan niat nak share. Dah lama dalam simpanan, simpan buat sendiri baca pun tak guna ya tak? Aku bukan pompuan, walaupun ramai lelaki yang nak treat aku macam la aku ni pompuan hehe.. aku lelaki sejati yang tahu jaga diri sendiri okay? (insha Allah). Untuk lelaki yang macam itu sila take note, aku sengih-sengih macam kerang busuk, aku senyum-senyum jangan fikir aku bodoh, aku ada taekwon-do, muay thai, blackbelt, jangan bagi aku lastik, jangan bagi aku pegang nunchaku, aku tahu cakar penolak awan dan tendangan tanpa bayang hasil dari membaca komik Pedang Setiawan, siku maut Buakaw yang aku tiru kat Youtube dan beberapa lagi jurus-jurus ganas yang kau orang tak suka nak dengar. 

So, baca la dan share (yang part English tu aje, abaikan apa yang aku merepek dalam bahasa melayu ni termasuk semua hikmat dan jurus-jurus maut aku di atas) para wanita, gadis, adik kakak, makcik, hot mama, semoga bermanfaat untuk kita semua. Hanya dari pencinta wanita untuk wanita muheheh.. Ala laki pun baca la jugak, boleh share dengan orang-orang di sekeliling yang anda sayang dan ambil berat. Tak faham English dan tak ada orang yang boleh tolong terjemah balik? Takpe no problem. Untuk pompuan, meh kat abang meh abang tolong terjemah huhehe. Untuk lelaki...... boleh copy dan paste aje kat google translate, walaupun kadang-kadang dia translate tunggang-terbalik sket, insha Allah masih boleh faham. Akhir kata, selamat bersahur!


1) What should a woman do if she finds herself alone in the company of a strange
male as she prepares to enter a lift in a high-rise apartment late at night?

Experts Say: Enter the lift. If you need to reach the 13th floor, press
all the buttons up to your destination. No one will dare attack you in a lift that stops on every floor.

2) What to do if a stranger tries to attack you when you are alone in your
house, run into the kitchen.

Experts Say: You alone know where the chili powder and turmeric are kept.
And where the knives and plates are. All these can be turned into deadly
weapons. If nothing else, start throwing plates and utensils all over.
Let them break. Scream. Remember that noise is the greatest enemy of a
molester. He does not want to be caught.

3) Taking an Auto or Taxi at Night.

Experts Say: Before getting into an auto at night, note down its registration
number. Then use the mobile to call your family or friend and pass on the
details to them in the language the driver understands .Even if no one
answers your call, pretend you are in a conversation. The driver now knows
someone has his details and he will be in serious trouble if anything goes
wrong. He is now bound to take you home safe and sound. A potential attacker
is now your de facto protector!

4) What if the driver turns into a street he is not supposed to - and you
feel you are entering a danger zone?

Experts Say: Use the handle of your purse or your stole (dupatta) to wrap
around his neck and pull him back. Within seconds, he will feel choked
and helpless. In case you don’t have a purse or stole just pull him back
by his collar. The top button of his shirt would then do the same trick.

5) If you are stalked at night.

Expert Say: enter a shop or a house and explain your predicament.
If it is night and shops are not open, go inside an ATM box. ATM centers
always have security guards. They are also monitored by close circuit television.
Fearing identification, no one will dare attack you.

After all, being mentally alert is the greatest weapon you can ever have.

Please spread it to all those women u care & spread awareness as this is the least we can do for a social and moral cause and for the safety of women.

Monday, 8 July 2013

Jangan menangis Aisya.

                                

Kata orang, kalau nak kasi mood cantik setiap hari, permulaannya adalah dari rumah. Tak kisahlah rumah flat ke rumah teres ke banglo ke, hias la secantik mungkin ikut citarasa dan kemampuan masing-masing. Aku pegang benda ni, aku buat kat bilik aku. Tak ada la cantik pun cuma kemas. Bila semuanya serba lengkap, kita rasa tak sabar nak balik rumah, kita rasa lega bila dah balik rumah. Macam tu la kot yang orang duk kata "rumahku syurgaku"? Agaknya la..

Kata Aisha, dia setuju dengan apa yang aku merepek pasal hias rumah. Tapi dia tak pernah tenang bila balik rumah. Dia rasa terperuk, rasa sempit, lemas. Dia kerap ubah susun atur barang dalam rumah. Yang lama habis semua dia buang dan ganti yang baru. Dari ruang tamu, bilik tidur, sampai ke dapur. Segala kerusi, meja, sofa, tv, peti ais, langsir, tilam, bantal, sudu, garpu, set pinggan mangkuk, akuarium, kain lapik meja, semua baru. Bila dah ganti semua baru pun dia tak senang duduk lagi, dia tukar posisi segala benda alah tu bila dia rasa nak tukar. Dia cakap dia tak boleh biar semua benda terbiar sama, nanti dia nampak arwah suami dia. Nanti dia ternampak dia orang tengah masak sama-sama, makan sama-sama, layan movie kat ruang tamu sama-sama, segala macam lagilah. Dia dah tak tahu apa lagi nak buat untuk lupakan arwah suami dia. Dia dah tak sanggup duduk situ lagi sebenarnya tapi dia terpaksa tunggu rumah yang dia beli tu siap tahun depan, lepas tu dia akan terus pindah masuk, takkan tunggu-tunggu lagi. Sepanjang enam tahun ni aku belum nampak lagi tanda-tanda dia dah betul-betul okay. Dia aje yang cakap okay tapi sikap dia menunjukkan sebaliknya. Selagi boleh elak, dia takkan pergi KLCC. Kalau bukan sebab benda mustahak, dia takkan masuk KLCC. Takat nak shopping, jangan haraplah dia nak masuk. Megan Embassy Jalan Ampang, stesen LRT Setiawangsa, area seksyen 8 Shah Alam, William Kelana Jaya, kalau dia sendiri drive, jangan harap dia nak lalu atau jejak kaki ke situ. The Mines Wonderland, UO Galaxy Ampang, jangan ajak dia tengok wayang kat situ. 

Aisya ni sebenarnya kelakar orangnya, senang buat orang gelak. Aku senang dengan dia sebab dia kelakar dengan cara dia yang tersendiri, bagi aku dia ada "character" dia sendiri. Dia tak gedik, tak cuba cari perhatian, bukan kelakar yang mulut bising tak tahu bila nak berhenti bercakap. Aisya agak pendiam tapi sifat kelakarnya jelas dari cara dia menjawab pertanyaan, dari cara dia menjawab bila orang mintak pendapat, dari cara dia bercerita tentang sesuatu untuk menenangkan orang-orang sekeliling dia yang datang mintak pandangan. Jawapan dia kadang-kadang bunyi macam kata-kata hikmah atau quotes yang indah-indah yang kita boleh jumpa bersepah dalam internet, tapi quotes dia tersendiri, bukan dia copy dan hafal dari internet, itu yang aku suka. Agaknya la.. pasal banyak kali jugak bila aku dengar ayat dia yang bunyi macam quotes dari Albert Enstein, Khalil Gibran, Fadzilah Kamsah atau A.Samad Said, aku laju-laju capai handphone dan try google, memang tak jumpa. Hehe. Masa dia bercakap tu kita nampak dia bersinar-sinar, ada bintang-bintang kecik bercahaya satu badan dia, kita jadi bersemangat dan rasa macam "eh betul jugak kan, kenapa aku tak pernah terfikir macam tu?". 

Kadang-kadang bodoh-bodoh alang, part ni dia comel, semulajadi dan bukan cuba nak buat comel. Aku pun tak faham kenapa ada masanya jawapan yang dia bagi macam orang tak pernah pegi sekolah, atau tak pernah baca paper, atau tak pernah bermasyarakat, langsung tak boleh di terima akal. Bila datang mode lurus bendul ala Mr.Bean dia tu, selalunya penutupnya ialah dia pandang orang yang bertanya soalan tu, orang yang bertanya soalan tu pandang dia, dua-dua diam dan blah sambung buat kerja masing-masing ekeke.. Itu kalau sorang, kalau empat lima orang, tengah tekun mendengar tengok-tengok dia bagi jawapan macam terencat akal, semua pakat jerit  "hak alahh.. apa benda la hang ni.." (jerit yang dalam gelak dan mode bergurau la), lepas tu semua blah tinggal dia. Dia pulak dengan muka konfiden cakap "what? betul what apa yang i cakap..". Dia lebih kurang macam ni la, kita tanya dia pasal bateri handphone, bateri kita dah nak abis tapi tak bawak charger so kat mana boleh beli charger? Dia pun dengan penuh konfiden bercakap pasal bateri, tekun kita mendengar, tup-tup rupanya dia bercakap pasal bateri kereta, kita yang tekun mendengar dari tadi rasa nak cepuk kepala dia hehe.. Tapi benda-benda macam ni la yang buat dia jadi kelakar, padahal dia bukan jenis yang banyak cakap pun. Jawapan dia kadang-kadang buat kita terbakar tapi geli hati dalam masa yang sama dan bagi aku dia charming dengan perangai dia yang satu ni. Mungkin dia tengah fikir benda lain, fikir masalah hidup dia atau program yang dia dah plan cantik, tengah syok terbang dalam dunia dia sendiri, tiba-tiba orang datang tanya benda yang perlu di jawab dengan agak panjang dan perlukan perhatian penuh, dia plak paksa diri untuk melayan, nak jaga hati punya pasal, sudahnya jawapan pun ke laut. Aku selalunya kalau jadi macam ni masa tengah bersesak-sesak dalam lrt, dengan tengah menggigil seram sejuk tahan nak buang air besar, member plak mengadu masalah percintaan.

Tapi itu semua dulu, enam tahun lepas punya cerita. Sekarang pun kalau kita tanya dia apa-apa, dia masih luangkan masa untuk jawab, bagi pendapat atau tolong berfikir untuk kita tapi bodoh-bodoh alang, comel, charming dia tu dah tak ada. Nada dia datar tanpa melodi, straight, logik, serius dan tak ada jiwa. Dia kerap share dengan aku bila jiwa dia kacau. Dia tak bercerita tapi aku yang selalu tanya bila tengok dia bad mood lain macam. Pernah gak aku cadangkan kat dia cari pengganti, itu jam mungkin dia boleh tinggalkan masa silam dia. Aku faham, mana mungkin kita boleh lupakan masa silam, kita cuma mampu tinggalkan dan cuba pergi sejauh mungkin. Dia cakap kat aku "kau pun tahu bukan sekali aku dah cuba". 

Percubaan pertama, ada sorang mamat suka kat Aisya. Mamat tu tak ada pun cakap pasal cinta, borak kosong dan borak pasal karier je. Ok la tu, cool. Tak gelojoh. Satu hari tu mamat tu ajak dia keluar, Aisya setuju so satu malam tu dalam pukul lapan malam mamat tu datang ambik dia kat rumah, gentleman. Dia orang keluar makan-makan, tengok wayang, semuanya normal sampai la satu part macam mana entah dia orang bersembang, mamat tu cakap dia kenal family arwah suami Aisya. Aisya terkejut tapi dia tak tunjuk sebarang reaksi, Aisya tanya dia macam mana boleh kenal? Dia cakap dia ex-boyfriend kakak kepada arwah. Aisya cakap "ouhh ye ke? okay..", dan itulah kali pertama dan terakhir dia orang jumpa.

Aku tahu pernah sekali dia dah happy balik macam biasa lepas kenal sorang lelaki, baik dan hensem betul orangnya. Dia sendiri cakap dia dah jumpa orang yang mampu ganti tempat arwah suami dia, dia rasa senang dan lega sebab tak rasa kosong, takut dan sunyi lagi. Kesian aku dengar dia cakap macam tu. Tapi tak lama.. sebulan lepas tu dia orang broke-up. Aisya mintak maaf kat mamat tu sebab tak dapat lupakan masa lalu, frust jugak mamat tu aku tengok, baik orangnya tapi apa nak buat, jodoh tak ada ya tak? Aisya cakap lagi, mula-mula aje dia rasa "i'm falling in love again" tapi lama-lama dia rasa dia dah tersilap dengan apa yang dia rasa. Tiba-tiba je dia rasa ini bukan cinta, ini cuma diri dia yang rasa kosong dan tergesa-gesa cuba isi kekosongan tu. Aku rasa aku faham, atau mungkin aku tak faham, apa-apalah. Satu-satunya sebab dia blah dari mamat tu semata-mata sebab nama mamat tu sama dengan nama arwah suami dia, tapi nama bapak lain la. Tapi ya la kan, berapa orang dalam dunia ni yang sayang sangat dengan seseorang, harung segala macam suka-duka hidup, berkongsi hidup bertahun-tahun, tiba-tiba orang yang dia sayang tu mati, lepas tu datang hamba Allah entah dari mana dan dia rasa orang tu istimewa tapi nama dia pun sama dengan orang mati yang dia pernah anggap separuh dari dia tu, hilang orang tu maka dia hilang separuh dari diri dia. Mungkin ada la kat luar sana yang pernah jadi dramatik macam ni tapi sejujurnya seumur hidup aku, dalam lingkungan hidup seharian aku, selain Aisya ni, aku tak pernah kenal, baca atau jumpa lagi benda macam ni. Benda cenggini aku rasa boleh tengok dalam drama tv3 je. Tapi kalau drama tv dia lain sikit la kan, dia jumpa orang yang muka sama, bukan nama sama. 

Lepas mamat tu ada la lagi empat lima orang lelaki yang terima nasib yang sama. Jalan ceritanya pun lebih kurang, mula-mula dia rasa "this is love", sebulan lepas tu dia rasa "ouh i'm so sorry dear, this is not love". Semua sebulan, ada sorang aje yang tahan lama sikit, tiga bulan. Orang luar akan anggap dia player, tapi bagi yang kenal  Aisya tentu akan faham dan tak salahkan dia. Aisya bukanlah jenis orang yang suka-suka atau sengaja nak sakitkan hati orang lain, Aisya yang aku kenal selama ni sangat setia dan sanggup harung apa saja dugaan kalau dia dah bagi hati dia kat orang yang bertuah tu. Jarumlah dia macam manapun, dia tak pandang punya.  Siapa pun yang berani apa-apakan dia, aku takkan lepas punya. Dia pernah terus-terang dengan sorang lelaki pasal situasi dia sebab dia taknak lukakan hati mamat tu, dia cakap ini bukan cinta tapi dia boleh cuba. Tapi ending sama je. Lepas tu senyap sampai sekarang, dia menyendiri, tak cuba ber couple lagi dah. Bermusim.. Ada time dia okay, normal. Kalau musim jiwa kacau dia dah datang, tak payah tanya, aku tahu. Senang je nak tahu, dia jawab soalan kita acuh tak acuh, satu lagi kalau kat kedai makan, dia minum tak pegang gelas, dia cuma rapatkan kepala kat gelas, gigit straw dan minum sambil menung jauh ke depan. Bukan menung fikir masa depan tapi kosong..

Sampai la satu petang tu aku nak naik lrt nak balik rumah, seingat aku dalam jam lapan malam. Lepas je aku touch kad Touch n Go dan masuk dalam stesen, aku lari laju-laju naik tangga pasal aku dengar ada tren kat atas. Ramai orang tapi ada space lagi boleh masuk tapi aku tak sempat naik, tren tu dah tutup pintu dan jalan. Tercungap-cungap sekejap aku kat line kuning tu. Pusing-pusing belakang nak cari tempat duduk.. aku macam kenal minah yang duduk sorang ni.. Aisya?? apa dia buat kat sini? Aku pegi tegur dia. Dia terkejut dan bila dia angkat muka tengok aku, tiba-tiba je berkaca mata dia nak nangis lepas tu dia tunduk balik. Apa kau buat kat sini wahai Aisya? Dia nampak sedikit berpeluh. Dia cakap kereta dia rosak, mungkin bateri sebab dah lama tak tukar, tak boleh start so dia tinggal dan jalan kaki datang sini. Dia rasa sedih bercampur takut, fobia semua ada sebab sejak arwah suami dia tak ada enam tahun lepas, dia langsung tak pernah naik lrt dah, zaman dia bercinta sampai la dah kawin dulu hari-hari dia naik lrt dengan arwah tapi lepas arwah tak ada dia terus beli kereta, tak berani naik lrt lagi sebab takut teringat kat arwah. Oo macam gitu.. Aku cuba tenangkan dia, borak-borak kosong gitu. Aku dah tak kira berapa tren dah yang aku biar terlepas. Bila agak dia dah okay sikit dalam nada bergurau aku cadang kat dia (cadangan yang sama - cari pengganti) cuba la lagi. Aku tak anggap dia terdesak nak cari cinta sebab aku pun nampak boleh tahan lama jugak dia dah tak keluar dating langsung dengan sesiapa, dia dah tak mencuba. Dia cakap dia ada la jugak suka-suka try kenal-kenal, like-like status, gambar dan komen-komen kat Facebook tapi dia orang tu macam tak layan je. Dia cakap dia tak kisah, dia tahu dia bukannya cantik mana pun. Sedih aje muka, mulut muncung. Tak cantik mana? Wahai Aisya, aku tengok kau je aku teringat Dian Sastro dalam video klip Peterpan - Hapus jejakmu. Aku tengok Dian Sastro je aku teringat kau. Macam gini lagi kau nak mengeluh kata tak cantik? Dalam pandangan aku la, orang lain aku tak tahu dan taknak ambik tahu. Orang kat Facebook yang tak layan kau tu buta ke? Dia ni macam dah betul give-up je ni. Kalau terus di biarkan, silap-silap sampai ke tua dia terus tinggal dalam masa silam. 

Lepas tu aku ada cakap panjang lebar sikit dengan dia, aku suka sampaikan benda yang serius dalam nada bergurau atau bersahaja, bunyi lebih kurang cenggini - Aisya, kalau nak cerita pasal rupa.. orang tak layan kau kat Facebook mungkin sebab kau tak pakai seksi, cuba kau letak gambar pakai skirt atas lagi dari peha sambil mabuk ke, gambar dalam club ke. Mungkin jugak sebab kau letak semua gambar bertudung dan lelaki tak berani nak tegur sebab fikir kau terlalu baik, tak tahulah, aku main cakap je. Err tapi kau memang baik pun. Ada orang yang biasa-biasa aje tapi dalam gambar dia nampak menarik, ada orang yang sangat cantik tapi dalam gambar dia nampak biasa aje, kau yang itu la kot, tak fotogenik, tak fotogedik. Bagi aku kau bukanlah perempuan yang lelaki boleh jatuh cinta dengan tengok gambar je, kau bukanlah perempuan yang lelaki boleh jatuh hati dengan hanya terserempak di kaki lima, kau jenis yang lelaki tu perlu habiskan masa dengan kau, tak payah lama-lama, empat lima hari dah cukup untuk buat dia baru nak rasa "eh dia ni orang yang menarik sebenarnya, aku baru perasan..". Aku bukan cakap lelaki tu kena duduk serumah dengan kau, maksud aku bekerja dengan kau atau apa-apa komitmen yang kau orang buat sama-sama la. Aku ingat lagi dulu kawan kau ramai-ramai beriya-iya cuba tarik perhatian sorang mamat ni, ya la mamat tu kan ada kaitan dengan kerabat Pahang. Kau pun tak nafi mamat tu hensem tak ingat punya tapi kau langsung tak pandang dia, langsung tak cuba bercakap atau senyum kat dia, bukan sebab sombong tapi sebab kau rasa tak layak, kau rasa kau bukanlah siapa-siapa nak berkawan dengan dia. Tinggi sungguh sifat merendah diri kau. Alih-alih mamat tu yang jumpa aku, suruh sampaikan salam kat kau, kau tahu apa mamat kerabat Pahang tu cakap kat aku? Kau ingat lagi kan? Dia cakap masa dalam ramai-ramai perempuan yang tengah pandang dan cuba bercakap dengan dia tu, dia perasan dalam celah-celah group tu kau sorang je yang langsung tak cuba apa-apa, kau pandang tempat lain macam dia tak wujud kat situ, dia rasa macam "eh ada something special kat minah ni, dalam ramai-ramai kawan dia tergedik-gedik ni, dia sorang je yang buat macam aku tak wujud kat situ". Sudahnya lain hari dia sendiri yang datang tegur kau rite? Dulu kau ikut trip bercuti boss bawak,dengan aku dan geng-geng pekerja. Pekerja lain tu plak bawak kawan-kawan, dalam tempoh empat lima hari tu kau yang paling senyap, tanya sepatah jawab sepatah, dia orang pun cakap pendiam sangat kau ni. Tapi sudahnya dua tiga orang jugak yang sangkut dengan kau, pun jambu-jambu semuanya. Bukan aku kata dia orang jambu, kawan-kawan kita yang nak try dia orang yang kata. Mungkin dari perwatakan kau yang sekejap nampak macam bijak, sekejap nampak macam lurus bendul, tiba-tiba dia orang perasan kau sorang yang charming. Belum kira lagi berapa orang lelaki yang dah ter couple dengan kawan-kawan kau, lepas tu bila dah bercampur dengan kau, dia orang rasa "kenapa aku tak perasan dia ni dulu?". Paling aku tak percaya bila ada sorang artis lelaki popular ajak kau tengok wayang. Kalau aku cerita kat orang, kalau aku sebut nama dia, memang satu Malaya kenal, memang famous. Dia ajak kawan dia tengok wayang tapi dia suruh ajak kau sekali, kiranya dia ajak kau la tu, tapi dia tak ada cara nak cakap sebab nombor telefon kau pun dia tak ada, rite? Lepas tu dia sendiri yang hantar kau balik rite? Lepas tu kau orang lost contact empat lima bulan, lepas tu tiba-tiba satu hari kau terkejut beruk sebab dia call kau. Tapi perkenalan kau orang terlalu singkat, dia menghilang tanpa sebarang alasan. Aku rasa mungkin sebab dia ada banyak pilihan, yalah.. sangat famous orangnya, aku tahu macam mana life style orang-orang rich and famous ni.

Aku tak tahu apa sebenarnya perasaan dan pandangan kau kat aku, mungkin esok lusa tiba-tiba kau pesan kat aku jangan berharap sangat, ini bukan cinta tapi kau boleh cuba, mungkin dalam masa sebulan dari sekarang kau akan cakap yang kau tersilap tentang perasaan kau kat aku, kalau aku bertuah sikit mungkin dalam dua tiga bulan lagi. Aku pun bukan budak-budak lagi nak memaksa orang sukakan aku, kalau jodoh kita panjang, satu hari nanti biar aku ceritakan kat kau kisah cinta aku pulak dan aku tak percaya kau tak menangis bila dengar apa yang dah aku jalani. Tapi bukan sekarang. Abaikan. Yang penting ialah sekarang, ini kisah kau wahai Aisya, aku bangga dan rasa bersyukur Allah bagi aku satu watak dalam kisah hidupmu. Mungkin bukan watak utama tapi aku tak peduli itu semua. Terpulanglah kat kau untuk menilai di mana tempat aku yang sepatutnya. Yang aku tahu sekarang, kau separuh dari diri aku yang aku dah jumpa. Tidak kurang pentingnya sebagaimana kau selalu mengadu kat aku sejak enam tahun lepas betapa pentingnya dia yang menjadi sebahagian dari diri mu, hilang dia maka hilanglah sebahagian dari diri kamu. Fuhh.. dah lama aku hafal bahasa novel cenggini, tak sangka dapat cakap betul-betul kat kau wahai Aisya. Aisya gelak dalam tengah menangis bila dengar aku cakap macam tu. Itu dia.. ekspresi yang dah lama hilang dari riak wajah kau wahai Aisya.. Lepas tu Aisya kasitau aku benda yang aku langsung tak sangka.. Dia cakap selama ni bila dia jiwa kacau, aku sorang aje yang jadi tempat dia mengadu, ada la jugak dia luah kat housemate dia, tapi kalau lelaki, aku sorang je. Dia cakap lagi, dia pun tak pasti kenapa dia luah kat aku, tapi dia rasa senang dengan aku, dia cakap dia sendiri pelik dengan aku, ramai sangat lelaki yang cuba dekat dengan dia tapi kenapa aku langsung tak cuba? Bagi aku, aku langsung tak keluar ayat-ayat yang cuba mengurat sebab aku sendiri nampak berapa punya susah dia nak lupakan arwah suami dia, tapi aku sentiasa ada bila dia cari aku, tak pernah tak ada, itu sajalah yang aku boleh buat, tanda aku sayang dan ambik berat tentang kau wahai Aisya. Lama-lama dia ada rasa 'something' dengan aku tapi dia simpan dalam hati, dia cakap dia tak fikir aku punya rasa yang sama kat dia sehinggalah lepas dengar apa yang aku baru luahkan tadi, dan sebab aku asyik suruh cari pengganti. Sekarang dia nak kenal aku secara peribadi, dia cakap sekarang baru dia perasan aku tahu terlalu banyak tentang dia dan dia tak tahu apa-apa pun tentang aku sebab selama ni aku hanya jadi pendengar yang baik, dan tiba-tiba dia rasa lapang, tenang dan rasa takut nak naik lrt tu dah hilang tah ke mana, dia tak sabar nak balik naik tren yang seterusnya. Kembang kempis hidung aku, punya la happy dengar dia cakap macam tu.

Dari jauh aku nampak lampu tren seterusnya. Okay dah boleh balik. Tapi tiba-tiba aku teringat sesuatu. Eh Aisya, rumah kau kat Kelana Jaya kan? Bukan ke kau patut naik Putra LRT? Ini STAR LRT dan tren ni menghala ke Bukit Jalil, apa kau buat kat sini wahai Aisya? "Aah laaaa, tersilap pulokk!" Jawab Aisya sambil tepuk dahi. Apa benda la hang ni Aisyaaaa..." Aku pun tepuk dahi..

- Yusuf